Kamis, 15 Juni 2017

Contoh RPP Bahasa Indonesia SD Kelas V KTSP



Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
Satuan Pendidikan        : Sekolah Dasar (SD)
Kelas / Semester          : V (Lima) / 2 (Dua)
Mata Pelajaran             : Bahasa Indonesia
Jumlah Pertemuan         : 1 kali pertemuan (2 x 35 menit)
A.      Standar Kompetensi
7. Membaca
    Memahami teks dengan membaca sekilas, membaca memindai, dan
    membaca cerita anak
B.       Kompetensi Dasar
7.1 Membandingkan isi dua teks yang dibaca dengan membaca sekilas
C.       Indikator Pencapaian Kompetensi
·         Peserta didik dapat membandingkan isi dua teks yang dibaca dengan membaca sekilas
D.      Tujuan Pembelajaran
·         Peserta didik dapat menjelaskan apa yang dimaksud dengan membaca sekilas
·         Peserta didik dapat menuliskan perbedaan dan persamaan isi dua teks yang dibaca dengan membaca sekilas
E.       Materi Ajar
1.      Membaca adalah suatu proses yang dilakukan serta digunakan oleh pembaca untuk memperoleh pesan yang disampaikan penulis melalui media bahasa tulis.
2.      Tarigan membedakan kegiatan membaca dalam jenis membaca bersuara atau membaca nyaring (oral reading atau reading aloud) dan membaca dalam hati (silent reading).
a.       Membaca bersuara atau membaca nyaring adalah suatu aktivitas yang berfungsi sebagai alat bagi guru, murid, atau pun pembaca bersama-sama dengan orang lain atau pendengar untuk menangkap serta memahami informasi, pikiran, dan perasaan seorang pengarang.
b.      Dalam membaca dalam hati, pembaca tidak menggunakan alat ucap sehingga hanya otak dan mata yang bekerja.
·         Membaca intensif adalah kegiatan membaca yang dilakukan secara cermat dan teliti terhadap teks yang dibaca. Membaca intensif dapat diterapkan dalam upaya mencari informasi yang bersifat detil.
·         Membaca ekstensif merupakan teknik membaca dalam hati dimana pembaca dituntut untuk dapat membaca suatu wacana panjang dalam waktu terbatas. Membaca ekstensif meliputi membaca survei (survey reading), membaca sekilas (skimming reading), dan membaca dangkal (superficial reading).
3.      Membaca sekilas (skimming reading) adalah suatu teknik membaca dengan kecepatan tinggi untuk mencari hal-hal yang penting atau ide pokok dari suatu bacaan.
F.        Alokasi Waktu
1 kali pertemuan (70 menit)
G.      Metode Pembelajaran
1.      Ceramah
2.      Diskusi kelompok
3.      Penugasan
H.      Kegiatan Pembelajaran
1.      Pendahuluan (10 menit)
a.       Salam
b.      Bernyanyi
c.       Doa
d.      Guru memeriksa daftar hadir peserta didik.
e.       Guru menyampaikan apersepsi pembelajaran:
“Anak-anak, ada yang suka menonton berita di televisi?”
f.       Guru menginformasikan tujuan pembelajaran.
2.      Kegiatan Inti (50 menit)
a.       Guru menyampaikan materi belajar mengenai membaca sekilas sesuai dengan materi ajar.
b.      Guru membagi peserta didik menjadi 2 (dua) kelompok.
c.       Guru memberikan teks bacaan pada setiap kelompok.
d.      Guru meminta peserta didik untuk membaca bacaan yang telah diberikan dalam waktu 5 menit.
e.       Setelah peserta didik selesai membaca, peserta didik diminta untuk berdiskusi dan menuliskan isi pokok serta perbedaan dari kedua bacaan tersebut. Kemudian perwakilan dari setiap kelompok membacakan hasil diskusi di depan kelas.
3.      Penutup (10 menit)
a.       Guru memberikan soal latihan
b.      Guru memberikan refleksi dan tindak lanjut
c.       Bernyanyi
d.      Doa
e.       Salam penutup
I.         Penilaian Hasil Belajar
a.       Penilaian hasil
Teknik penilaian: Tes
1)      Apa yang dimaksud dengan membaca sekilas?
Bacalah teks di bawah ini!
Teks 1
Menaman dengan sistem Hidroponik terbukti memiliki beberapa kelebihan dibanding sistem konvesional berkebun dengan tanah. Pada sistem Hidroponik, tingkat pertumbuhan tanaman hidroponik adalah 30-50 persen lebih cepat dari tanaman menggunakan media tanah, tumbuh di bawah kondisi yang sama. Hasil tanaman juga lebih besar. Para ilmuwan percaya bahwa ada beberapa alasan mengapa menanam dengan sistem hidroponik itu sangat menguntungkan. Selain itu, pasokan oksigen ekstra dalam media tumbuh hidroponik, sangat membantu untuk merangsang pertumbuhan akar-akar tanaman. Tanaman yang banyak mengandung oksigen dalam  akar juga mampu menyerap nutrisi lebih cepat. Nutrisi dalam sistem hidroponik yang dicampur dengan air dan dikirim secara langsung ke sistem akar. Tumbuhan tidak harus mencari di tanah untuk nutrisi yang dibutuhkan. Nutrisi tanaman akan selalu terpenuhi dari waktu ke waktu. Tanaman hidroponik sendiri memerlukan sangat sedikit energi untuk menemukan dan memecah makanan. Tanaman kemudian menggunakan energi yang disimpan ini untuk tumbuh lebih cepat dan menghasilkan lebih banyak buah. Tanaman hidroponik juga memiliki lebih sedikit masalah dengan infestasi bug, fungi dan penyakit. Secara umum, tanaman yang tumbuh dengan sistem hidroponik adalah tanaman sehat dan tumbuh besar. Berkebun secara hidroponik juga memberi manfaat bagi lingkungan. Berkebun hidroponik menggunakan air membutuhkan lahan lebih sedikit dari pada menggunakan media tanah. Penggunaan pestisida lebih sedikit digunakan pada tanaman hidroponik.

Teks 2
Menurut literatur, bertanam secara hidroponik telah dimulai ribuan tahun yang lalu. Diceritakan, ada taman gantung di Babilon dan taman terapung di Cina yang bisa disebut sebagai contoh Hidroponik. Lebih lanjut diceritakanpula, di Mesir, India dan Cina, manusia purba sudah kerap menggunakan larutan pupuk organik untuk memupuk semangka, mentimun dan sayuran lainnya dalam bedengan pasir di tepi sungai. Cara bertanam seperti ini kemudian disebut river bed cuultivation. Ketika ahli patologis tanaman menggunakan nutrien khusus untuk media tanam muncullah istilah nutri culture. Setelah itu, bermunculan istilah water culture, solution culture dan gravel bed culture untuk menyebutkan hasil percobaan mereka yang menanam sesuatu tanpa menggunakan tanah sebagai medianya. Terakhir pada tahun 1936 istilah hidroponik lahir, istilah ini diberikan untuk hasil dari Dr. WF. Gericke, seorang agronomis dari Universitas California, USA, berupa tanaman tomat setinggi 3 meter yang penuh buah dan ditanam dalam bak berisi mineral hasil uji cobanya. Sejak itu, hidroponik yang berarti hydros adalah air dan ponics untuk menyebut pengerjaan atau bercocok tanam, dinobatkan untuk menyebut segala aktivitas bercocok tanam tanpa menggunakan tanah sebagai tempat tumbuhnya. Gericke ini menjadi sensasi saat itu, foto dan riwayat kerjanya menjadi headline surat kabar, bahkan ia sempat dinobatkan menjadi orang berjasa abad 20. Sejak itu, hidroponik tidak lagi sebatas skala laboratorium, tetapi dengan teknik yang sederhana dapat diterapkan oleh siapa saja termasuk ibu rumah tangga. Jepang yang kalah dari sekutu dan tanahnya tandus akibat bom atom, pada tahun 1950 secara gencar menerapkan hidroponik. Kemudian negara lain seperti irak, Bahrain dan negara-negara penghasil minyak yang tanahnya berupa gurun pasir dan tandus pun ikut menerapkan hidroponik.
2)      Tuliskan isi pokok kedua teks tersebut!
3)      Tuliskan persamaan dan perbedaan isi dari kedua teks tersebut!
b.      Pedoman pemberian skor
No.
Kriteria
Skor
1
Jawaban benar
30

Jawaban salah
0
2
Peserta didik menjawab isi pokok kedua bacaan dengan benar
35

Peserta didik menjawab satu isi pokok dari kedua bacaan dengan benar
25

Jawaban salah
0
3
Peserta didik menuliskan satu perbedaan dari kedua bacaan
25

Peserta didik menuliskan dua perbedaan dari kedua bacaan
30

Peserta didik menuliskan lebih dari dua perbedaan dari kedua bacaan
35

Jawaban salah
0
Nilai akhir = Jumlah skor
J.         Media dan Sumber Belajar
1.      Media belajar
a.       Teks bacaan
2.      Sumber belajar
Rahayu, Sri. 2009. Bahasa Indonesia Untuk SD / MI Kelas V .Jakarta: Hamudha Prima Media.

Pontianak, 5 Juni 2017
Mengetahui,


Guru Kelas

Tidak ada komentar:

Posting Komentar